Langsung ke konten utama

Who Am I: Kekuatan diri, tujuan dan hal yang harus dikembangankan



         Interpersonal skill adalah kemampuan seseorang secara efektif untuk berinteraksi dengan orang lain maupun dengan rekan kerja, seperti pendengar yang baik, menyampaikan pendapat secara jelas dan bekerja dalam satu tim. ( Robins, 2000 ).
Keterampilan interpersonal mencakup bagaimana diri kita mampu membangun hubungan yang harmonis dengan memahami dan merespon individu atau orang lain. Untuk membangun hubungan dengan orang lain, terlebih dahulu kita harus menguasai kemampuan dan keterampilan dalam mengenal diri sendiri secara jelas agar mengerti bagaimana merespon dan menyampaikan pesan.

         DISC adalah alat penilaian kepribadian yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas kerja, kinerja tim, dan juga komunikasi. DISC bisa digunakan untuk lebih memahami diri sendiri, maupun untuk beradaptasi dari segi perilaku terhadap orang lain. Hal ini bisa diterapkan dalam kerja tim, kepemimpinan, atau lainnya.

Berdasarkan DISC (Dominance, Influence, Steadyness, dan Conscientiousness), saya mendapatkan gambaran mengenai tipe kepribadian pada diri saya dimana tipe kepribadian saya adalah Steadyness.  Steadiness mengukur bagaimana seseorang bereaksi terhadap lingkungan sekitar. Seseorang yang memiliki steadiness tinggi akan stabil, submissive, statusquo, dan supportive.
yang paling sesuai dari tipe steadiness dengan diri saya ialah saya orang yang pasif,  penuh pertimbangan, santai,  rajin, stabil, sabar, pendengar yang baik, ramah, bersikap toleran, tidak lincah dan mengendalikan diri.

Kekuatan saya yang lainnya ialah:
1.  dapat memahami situasi sosial.
2.  mudah bersosialisasi dan berhubungan baik.
3.  mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
4. Saya termasuk orang yang menyukai seni. seperti melukis, bermain alat music (organ), menyukai fotografi dan juga menyukai travelling khususnya berpetualang ke alam. Banyak teman-teman saya yang mengatakan bahwa kemampuan yang saya miliki dalam bidang fotografi sangat bagus. Banyak dari mereka yang memuji dan menyukai hasil foto saya.
5. dapat menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya atau dengan kata lain tidak menyia-nyiakan waktu dalam mengerjakan sesuatu. Bisa menghargai waktu dan menganggap waktu itu berharga.

Tujuan hidup saya adalah saya ingin sukses di bidang psikologi, saya ingin ilmu yang didapatkan itu bisa bermanfaat bagi banyak orang. saya ingin menyelesaikan S1 dengan baik setelah itu saya akan bekerja minimal 2 tahun untuk mendapatkan pengalaman bekerja. Selain itu saya ingin menjadi fotografer yang handal dan bisa pergi ke paris untuk mengikuti pameran foto, mengapa paris? karena Paris merupakan kota yang sangat ingin saya kunjungi sejak lama karena keindahan menara eiffelnya. tujuan hidup saya selanjutnya adalah membahagiakan kedua orang tua dan membuat mereka bangga, selain orang tua saya juga ingin menunjukan kepada saudara bahwa saya mampu dan saya bisa untuk sukses. Tujuan saya selanjutnya ialah mengambil S2 dan kemudian  membangun rumah tangga.

Hal yang harus terus dikembangkan untuk mencapai tujuan pastinya ialah bersikap aktif jangan pasif, mulai aktif untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang menambah pengalaman seperti mengikuti kegiatan mahasiswa.  harus bekerja keras dan jangan mudah menyerah. Untuk mencapai tujuan tersebut tidak mudah, maka mulai dari sekarang dibiasakan untuk bekerja keras dan tidak mudah menyerah. Jangan mengendalikan diri, lakukan apa yang saya bisa dan lakukan apa yang ingin saya lakukan.  

         Emotional Quotient (EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya (Wikipedia).
Menurut Howard Gardner (1983) terdapat lima pokok utama dari kecerdasan emosional seseorang, yakni mampu menyadari dan mengelola emosi diri sendiri, memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain, mampu merespon dan bernegosiasi dengan orang lain secara emosional, serta dapat menggunakan emosi sebagai alat untuk memotivasi diri (Wikipedia).
EQ saya belum dapat berkembang dengan baik artinya terkadang saya belum mampu untuk mengatur dan mengelola emosi diri sendiri. saya cenderung menyimpan atau menekan emosi yang saat itu saya rasakan. Saya tipe orang yang suka memendam emosi sehingga suatu saat emosi itu dapat meluap. Saya cenderung tidak mengatakan apabila saya tersinggung atau marah, sedih dan sebagainya. saya menyimpan perasaan saya untuk saya sendiri. sehingga kadang orang lain tidak mengerti dengan sikap saya bahkan orang terdekat pun begitu.   


Komentar